»

Tuesday, December 14, 2010

Si sulung dan si tengah...

Si sulung dan si tengah : siapa niru siapa, cobaaaa??? biggrin duet maut? wink

Yang jelas, kalo si sulung dan si tengah lagi akur, bapak ibunya berasa di surga, deh... angel

Monday, December 13, 2010

Nggak tahan..

Nggak tahan untuk nggak meng-upload foto ini.. (biar Bang Andro dan adik-adiknya tahu, ayahnya n***is juga)
Duuuh, Mas.. rasanya adik nggak tega nyebutin kata n***is-nya juga, nih.. *mikir:perlu upload ke facebook juga nggak ya...?* setan

Weekend report...

Weekend ini, nggak pergi kemana-mana, secara hari Sabtu malem si Mas tersayang kondangan ke Jakarta (ketemu Wapres Boediono, ketemu Syahrini, ketemu Jenderal Sutanto, Hatta Rajasa..dan lain-lain..) terus makan apa aja, Mas? Kambing guling, sushi... pasti lupa ama program diet (?) nya ya, sayang? sengihnampakgigi
Pulang sampe rumah udah tengah malem, anak-anak udah pada tepar semua, apalagi emaknya...
lol

Hari Minggu, baru deh jatah anak-anak 'nengok' Timezone, trus sorenya berenang di kolam renang deket rumah. Nach, sekarang kayaknya gantian ayahnya yang tepar ya..senyum



Dari sejak lahir Baby Amartha, baru kemaren Ibu renang lagi. Badan berasa gimanaaaa gitu diajak renang. Berasa kenceng, seger, dan..ehmm.. kira-kira turun berapa kilo ya..? hahaha...
biggrin
Eh ya, kemaren dapet rejeki lagi. Temen kita di kantor, ada yang datang ke rumah, nengokin baby Amartha. Dan coba tebak.. Bawa kue enak dan kado cantik! Yippiiii...! Kalo rejeki emang nggak akan kemana.. senyum
Thank U ya, The Samba's.. Love you all, deh.. Kapan mau datang (dan bawa kue+kado) lagi? Jiyaaaa... gelakguling

Baby Amartha..

Baby Amartha, the newest picture:
Friday, December 10th..
Sunday, December 12..
This morning, December 13th...

Friday, December 10, 2010

Diet..???

Situasi 1: semalam, di rumah:
" Mas, mau maem, nggak?" (ditawarin, karena udah berkali-kali ngeluh perut 'menonjol' tanda berat badan naik...)
" Ehmm... *mikir* boleh, deh.. dikit aja, ya.."
Istri cantiknya kerja keras bikinin nasi goreng. Pas selesai..
" Mas, maem, yuuukk.."
" Nasinya kok banyak? Yang separo buat adik, ya.."
Hah? Maksudnya? Kalo makan banyak terus, kapan istri cantiknya ini langsing, coba?sengihnampakgigi
" Nggak, ah.. buat Mas aja. Adik udah banyak.."
Makan malam pun berlanjut dengan tenang dan menyenangkan seperti biasa. And guess what.. Nasi goreng sepiring besar itu sukses tandas licin tak bersisa. (enak apa emang doyan, Pak? hihihi.. ) Jadi... beneran nih mau diet, Mas sayang? senyumkenyit

Situasi 2: tadi siang, di kantin kantor.
(Makan siang bareng setelah nengok baby Amartha di daycare)

" Bu, (bu kantin-red) saya nasinya setengah aja, ya.."
Istrinya cuma bisa senyum. Ya, deh. Yang lagi diet...
Pas tukang kantinnya nganter nasi ke meja:
" Ini nasi yang setengah..." (nyodorin nasi porsi yang setengah itu ke Ibu)
Hmmm... orang lain aja bisa menilai, siapa yang sebenernya lebih perlu diet...sengihnampakgigi
Note: Nanti pulang kantor makan mie ayam Margahayu yuk, Mas... senyumkenyit

Thursday, December 9, 2010

Prioritas..

Dulu (sebelum baby Amartha lahir), skala prioritas Ibu kurang lebih:
  1. Mbak Aura;
  2. Bang Andro;
  3. Mas tercinta...
  4. Kantor, urusan rumah, dan segala macam tetek bengeknya..
Sekarang (setelah udah ada Baby Amartha):
  1. Baby Amartha;
  2. Mbak Aura;
  3. Bang Andro;
  4. Mas tercinta...
  5. Kantor, rumah, dan segala macam printilan-printilannya..
*maaf ya, Mas sayang.. Bukan maksud hati menomor-sekian-kan dirimu, apadaya, tangan istrimu yang cantik ini (alhamdulillah) 'cuma' 2.. cium

Eh, nggak.. Jadi gini, lho.. kalo misalnya, nih.. misalnya aja.. sekarang nih, di saat yang bersamaan:
  1. baby Amartha nangis minta nyusu;
  2. Mbak Aura nangis minta makan;
  3. Bang Andro teriak minta ditemenin main;
  4. Mas (teriak juga? ah, ya nggak lah.. Doski kan nggak pernah teriak..senyum) minta dibikinin kopi..
udah pasti, Ibu akan mendahulukan yang number 1, which is nyusuin baby Amartha. Baru kemudian ngambilin makan si tengah, terus nemenin si sulung main, dan terakhir (kalo masih ada tenaga lebih, ya..) bikinin kopinya Mas. Hayaahhh.. (lagi-lagi) Mas dapet 'sisa-sisa' tenaga. Hahaha... Ya soale kan nggak mungkin dong, Ibu menyusui si bungsu, sambil ngambilin makan si genduk, sekaligus nemenin si boss kecil main, apalagi ditambah bikin kopi buat Mas? Emang Ibu gurita, yang tangannya banyaaakkk..? lol
Makanya, kalo sekarang rasanya waktu 'berasa' selalu kurang untuk 'memuaskan' semua orang, wajar, to? wajar, to? *cari pembelaan atas ketidakmampuan Ibu me-manage waktu*
God knows, how hard I've tried...penat

Note: Mas jaraaanngg banget minta dibikinin kopi. Beliau tahu kali ya, istrinya yang manis, cantik dan sibuk ini udah kehabisan waktu.. *uhuk, uhuk* (batuk mendadak...)

Wednesday, December 8, 2010

Triple Filter Test..

Dapet sesuatu yang bagus dari blognya Metariza:

Suatu hari, Socrates bertemu kenalannya dan kenalannya itu berkata “tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?”

“tunggu sebentar”, Socrates menjawab, “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu tes sederhana yang disebut Triple Filter Test”

“Triple Filter Test?”

“Benar”, kata Socrates

“Sebelum kita bicara tentang teman saya, saya kira bagus kalau kita mengambil waktu beberapa saat dan menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya triple filter test.”
Filter petama adalah filter KEBENARAN. “Apakah Anda yakin sepenuhnya bahwa yang akan Anda katakan pada saya benar?”
“Tidak,” jawab orang itu, “Sebenarnya saya hanya mendengar tentang itu.”
“Baik,” kata socrates. “Jadi Anda tidak yakin bila itu benar.

Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua, filter KEBAIKAN.
Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?”
“Tidak, malah sebaliknya.. .”
“Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan berbicara tentang sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar.

Anda masih memiliki satu kesempatan lagi karena masih ada sattu filter lagi, yaitu filter KEGUNAAN.
Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?”
“Tidak, sama sekali tidak.”
“Jadi,” Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin mengatakan sesuatu yang belum tentu benar , buruk dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus mengatakannya kepada saya?”

Hmmm... Bener juga. Kalo ngomongin orang lain nggak dosa, dosa kita cuma dikit kali ya.. rindu